Home / Penajam Paser Utara / Bupati PPU Resmikan Koperasi Merah Putih di 31 Desa dan 23 Kelurahan

Bupati PPU Resmikan Koperasi Merah Putih di 31 Desa dan 23 Kelurahan

Kaltimzone.com, PENAJAM – Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-78 di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tahun ini terasa istimewa. Pemerintah daerah meresmikan kelembagaan Koperasi Merah Putih, Senin (21/7/2025), di Desa Sidorejo, Kecamatan Penajam, sebagai langkah konkret membangun ekonomi kerakyatan.

Bupati PPU, Mudyat Noor, bersama Wakil Bupati Waris Muin hadir langsung dalam acara tersebut, didampingi unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua DPRD, Kapolres, pimpinan OPD, serta lurah dan kepala desa se-PPU.

Sebanyak 54 koperasi resmi dideklarasikan, meliputi 23 Koperasi Kelurahan Merah Putih dan 31 Koperasi Desa Merah Putih. Seluruhnya telah memiliki akta pendirian tertanggal 19 Juni 2025 dan mengantongi SK Pengesahan Badan Hukum dari Kementerian Hukum dan HAM RI.

Bupati Mudyat menjelaskan, Koperasi Merah Putih dirancang sebagai motor penggerak pemberdayaan desa dan kelurahan. Tujuannya jelas yaitu mengoptimalkan potensi lokal, membuka lapangan kerja, dan mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat sesuai karakteristik wilayah masing-masing.

“Koperasi ini harus tumbuh sesuai kebutuhan dan potensi lokal. Dikelola secara profesional, inklusif, dan berkelanjutan, serta didukung pembiayaan memadai dan pendampingan pemerintah dari pusat hingga desa,” tegasnya.

Ia juga menekankan peran aktif Satgas Koperasi Merah Putih untuk membina kelembagaan yang baru terbentuk, termasuk mendorong adaptasi teknologi dalam pemasaran.

Mudyat memberi contoh pemanfaatan digital untuk menjual produk lokal, distribusi pupuk kompos, hingga layanan air bersih di wilayah yang belum terjangkau PDAM.

Bupati berharap keberadaan koperasi ini menjadi strategi penting menghadapi tantangan ekonomi global dan lokal, sekaligus memperkuat nilai kemandirian, partisipasi, dan keadilan ekonomi di PPU.

“Dengan koperasi ini, saya yakin perputaran ekonomi akan semakin sehat, desa-desa menjadi mandiri, dan kesejahteraan warga kian meningkat,” tutup Mudyat.

Peluncuran ini menjadi sinyal positif bahwa PPU siap melangkah lebih jauh dalam mengembangkan ekonomi berbasis gotong royong sebuah warisan nilai koperasi yang relevan di setiap zaman. (Svh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *